Flowbite Logo Konsultasi Gratis

Konsultasi gratis dengan kami setiap hari   Jum'at   mulai pukul   09.00 - 16.00

Daftar Sekarang

Pemasaran

Bimbingan Teknis Strategi Pemasaran untuk UMKM Kalurahan Sariharjo dan Sardonoharjo

Rabu, 27 September 2023 - Muhamad Hafidudin

951 Pengunjung

Bagikan:

Bimbingan Teknis Strategi Pemasaran untuk UMKM Kalurahan Sariharjo dan Sardonoharjo

Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dinkop) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Strategi Pemasaran untuk UMKM Kalurahan Sariharjo dan Sardonoharjo. BIMTEK yang mengangkat tema “UMKM Naik Kelas Ekonomi Tancap Gas” ini dilaksanakan pada Senin (25/09/2023) dan Selasa (26/09/2023) di The Alana Hotel and Convention, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

 

BIMTEK ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai macam sektor UMKM di Kalurahan Sariharjo dan Sardonoharjo, mulai dari sektor kuliner, fashion, kerajinan, hingga jasa. BIMTEK ini diselenggarakan dalam dua kelas berbeda sesuai kalurahan masing-masing dengan tiap kelasnya terdapat 25 peserta. Sebelum acara dimulai, Novia Rahmawati, S.Si (pembawa acara kelas Sariharjo) dan Anisa Mahda Habsari, A.Md. Akt (pembawa acara kelas Sardonoharjo) mengarahkan para peserta mengisi Pre Test terlebih dahulu untuk mengukur pemahaman mereka sebelum BIMTEK. 

Kemudian pada kelas Kalurahan Sariharjo, acara dibuka oleh Kepala Dinkop dan UKM Sleman, Haris Martapa, SE., MT yang menyampaikan betapa pentingnya menerapkan lima teknik psikologi untuk marketing, mulai dari social proof yang menekankan pentingnya popularitas atau rating, loss aversion yang memanfaatkan flash sale, anchoring yang memanfaatkan reference point, framing yang menekankan pentingnya tampilan mewah suatu produk agar bernilai tinggi, hingga commitment yang memanfaatkan pemberian kartu member untuk mengikat pelanggan. 

 

“Bahkan usaha-usaha tetangga saya saat ini, ketika saya beli produk mereka, mereka memberi saya kartu member agar setelah sekian pembelian dapat diskon atau bonus, itulah salah satu teknik commitment yang mereka pakai”. Ucapnya. 

 

Pada kelas Kalurahan Sardonoharjo, acara dibuka oleh Panewu Anom Kapanewon Ngaglik, Bambang Etri Martejo, S.IP. MM yang menyampaikan tentang pentingnya brand dan bagaimana pemasarannya dengan mencontohkan “AQUA”. Menurutnya, ketika konsumen membeli air mineral dengan merek apapun, biasanya mereka akan menyebut “AQUA”. Hal tersebut disebabkan oleh konsistensi nama brand sehingga menjadi brand yang sangat bagus dan kuat. 

 

“Makanya jika ingin membangun brand harus konsisten, jika sering ganti nama brand atau produk, nanti konsumen sulit mengenali brand tersebut sehingga brand yang dibangun lemah”. Ucapnya. 

Setiap kelas mendapatkan materi yang sama tetapi jadwal yang berbeda. Materi tersebut terdiri dari strategi pengelolaan biaya pemasaran, guerilla marketing, analisis SWOT dan mind mapping, dan keterampilan merancang iklan. Materi strategi pengelolaan biaya pemasaran dibawakan oleh Wiji Nurastuti, MT, CRP.   

 

Wiji Nurastuti, MT. CRP menjelaskan beberapa poin materi yang terdiri dari rantai gajah, platform rezeki, literasi keuangan, inklusi keuangan, perilaku online, konsep pareto, pengeluaran pribadi dan bisnis, dan kepiawaian mengelola resiko. Selain menjelaskan teori dengan interaktif, para peserta juga dibagi menjadi empat kelompok yang terdiri dari enam orang sesuai dengan mejanya masing-masing untuk bermain board game muara kuin agar peserta lebih mudah memahami literasi keuangan. Di akhir, Wiji Nurastuti, MT. CRP menekankan pentingnya pengelolaan biaya pemasaran.

 

“Pemasaran dilakukan tiap hari bahkan tiap jam, dan itu membutuhkan biaya”. Ucapnya.

Kemudian materi guerilla marketing dibawakan oleh Agung Bayu Dewanto, MM yang menjelaskan beberapa poin materi yang terdiri dari definisi, manfaat, keunggulan, dan kelemahan, prinsip-prinsip, jenis-jenis, dan contoh guerilla marketing. Selain menjelaskan beberapa poin tersebut dengan interaktif, para peserta dibagi menjadi empat kelompok yang terdiri dari enam orang sesuai dengan mejanya masing-masing. Mereka dibimbing untuk mengimplementasikan pemahamannya dengan membaca, memahami, dan mempresentasikan flashcard yang disediakan tim kreatif NaZMa Office. 

 

Materi mind mapping dibawakan oleh dua pemateri. Kelas Sariharjo dibawakan oleh Astuti Naviah Apriliani, S.Pd. Kelas Sardonoharjo dibawakan oleh Ihda Mutimmatul Fitriyah, S.Pd., M.Pd. Sebelum masuk materi, pemateri meminta lima peserta UMKM menceritakan usahanya. Selanjutnya pemateri menjelaskan beberapa poin materi yang terdiri dari beberapa contoh mind mapping, definisi mind mapping, manfaat mind mapping, analisis SWOT (Strengths, Weaknessess, Opportunities, dan Threats), dan hal-hal penting membuat mind mapping, dan digital marketing. Setelah menjelaskan beberapa poin tersebut, para peserta kemudian dibimbing oleh pemateri dan tim kreatif NaZMa Office untuk praktik membuat mind mapping usahanya masing-masing menggunakan kertas besar dan beberapa peralatan yang dibutuhkan.

Materi keterampilan merancang iklan dibawakan oleh Risti Yuliana, S.Sn yang menjelaskan beberapa poin materi yang terdiri dari kemampuan yang dibutuhkan dalam bidang periklanan, merancang iklan, media iklan, jenis-jenis iklan, ciri-ciri iklan, peran media periklanan, tips iklan produk yang efektif, strategi kreatif pembuatan iklan, macam-macam media promosi, social media ads, dan iklan promosi produk. Setelah beberapa poin tersebut dijelaskan, para peserta diminta untuk mempraktikkan beberapa keterampilan yang diperlukan dalam merancang iklan. Mereka melakukan foto dan video produk, mengeditnya di Canva dan Capcut, hingga mengunggahnya di instagram. Semua praktik tersebut dibimbing oleh pemateri dan tim kreatif NaZMa Office.

 

Setelah materi selesai, pembawa acara mengarahkan para peserta mengisi link Post Test untuk mengukur pemahaman peserta setelah mengikuti BIMTEK, dan link evaluasi untuk memberikan penilaian terhadap pelayanan pada saat BIMTEK. Acara di kelas Sariharjo kemudian ditutup oleh sambutan dari Kepala Bidang Usaha Mikro Dinkop dan UKM Sleman, Christiana Rini Puspitasari, SP., M.Si yang menyampaikan pentingnya para UMKM untuk aktif mempromosikan produknya di media sosial dan gercep melayani konsumen. 

 

“Yang namanya pesanan, ada DM, ada chat WA, ya segera dibalas, jangan sampai menunda-nunda, karena nanti orang niatnya mau beli malah tidak jadi.” Ucapnya

 

Pada kelas Sardonoharjo, acara ditutup oleh sambutan dari Pengawas Koperasi Ahli Muda pada Dinkop dan UKM Sleman, Sri Wara Nusadari, SE., MM. yang menyampaikan harapan dan pesannya, ia berharap agar ilmu yang disampaikan pada BIMTEK kali ini dapat diaplikasikan agar usahanya semakin maju dan berbagi ilmu ke pengusaha lainnya. Ia juga berpesan bahwa UMKM harus berinovasi, mengembangkan usaha, dan menjalin kerja sama, baik antar UMKM maupun dengan yang lainnya. 

 

“Mari bersama-sama bergandengan tangan untuk memajukan Sardonoharjo”. Demikian ucapan penutup dari Sri Wara Nusadari, SE., MM. selaku Pengawas Koperasi Ahli Muda pada Dinkop dan UKM Sleman.

 

bimbingan teknis strategi pemasaran UMKM Sariharjo Sardonoharjo