Flowbite Logo Konsultasi Gratis

Konsultasi gratis dengan kami setiap hari   Jum'at   mulai pukul   09.00 - 16.00

Daftar Sekarang

Umum

Memahami Pemetaan Stakeholders

Jumat, 19 April 2024 - Melita Gelasia & Rismanda Asyifatul Afifah

163 Pengunjung

Bagikan:

Memahami Pemetaan Stakeholders

NaZMa Office - Perusahaan tentu mengharapkan manajemen yang baik, tidak hanya dari proses koordinasi internal tetapi juga eksternal. Untuk itu, penting bagi perusahaan agar mampu menempatkan diri sesuai dengan kondisi yang ada. Tidak jarang perusahaan dihadapkan dengan kebingungan atas kepentingan dan prioritas stakeholders.

 

Sistem dibangun untuk mampu secara beiringan mencapai visi dan misi perusahaan. Sistem dan struktur perusahaan yang solid diharap mampu mendorong proses manajemen yang baik. Manajemen merupakan proses terpadu, dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi dilibatkan dalam merencanakan, mengorganisasikan, menjalankan, dan mengendalikan segala aktivitas perusahaan yang berfokus pada pencapaian sasaran (Nurastuti, 2010).

 

Di samping itu, koordinasi dan perencanaan atas suatu aktivitas perlu memperhatikan berbagai pihak yang akan terlibat atau yang dikenal dengan stakeholders. Stakeholders adalah individu atau pihak yang mampu memengaruhi dan dipengaruhi oleh suatu perusahaan (Carroll dkk, 2016). Oleh karena mampu memberikan/diberikan dampak bagi operasional, maka perusahaan harus mengetahui dengan siapa mereka akan berkomunikasi.

 

 

Stakeholders dapat dipetakan berdasarkan pengaruh dan kepentingannya, yakni sebagai berikut.

  1. High power-high interest, sebagai stakeholders utama karena memiliki pengaruh sekaligus kepentingan yang tinggi. Contohnya adalah pemegang saham yang mampu memberikan dan/ atau diberikan dampak secara signifikan atas pengambilan keputusan perusahaan.
  2. High power-low interest, sebagai stakeholders yang memiliki pengaruh tinggi dengan kepentingan yang cenderung rendah. Contohnya adalah media yang meliput berita terkait kabar perusahaan. Kondisi tersebut melibatkan media sebagai pihak yang mempunyai pengaruh besar atas ruputasi dan citra perusahaan. 
  3. Low power-high interest, sebagai stakeholders yang memiliki kepentingan tinggi dengan pengaruh yang rendah. Contohnya adalah kompetitor perusahaan, dimana pihak tersebut memiliki urgensi yang sama dengan perusahaan, akan tetapi tidak mampu memengaruhi operasional perusahaan secara langsung. 
  4. Low power-low interest, sebagai stakeholders yang memiliki pengaruh dan kepentingan cenderung rendah. Contohnya adalah masyarakat, dimana pihak ini tidak memiliki pengaruh maupun kepentingan yang berarti terhadap berjalannya suatu perusahaan. 

 

 

Penetapan stakeholders harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu menata stakeholders secara berkala, karena tidak semua pihak akan berada diposisi yang sama pada setiap situasi. Stakeholders ditetapkan secara logis, agar perusahaan mampu menyusun strategi yang tepat pada setiap operasional kegiatannya. 

 

Jika merasa artikel ini bermanfaat, mari bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa share artikel ini ya!

 

Referensi:

Carroll, A.B., Brown, J. A., Buchholtz, A. K. (2016). Business & society: Ethics, sustainability & stakeholder management. Cengage Learning. 

Nurastuti, W. (2010). Pengantar sistem informasi manajemen. STIE Rajawali Press. 

Stakeholders Pemangku Kepentingan Perusahaan Korporat Manajemen Perusahaan

Artikel Terkait