NaZMa Office – Dalam rangka mengangkat dan mempromosikan ekonomi kreatif di Kota Bandung, serangkaian acara yang penuh wawasan telah digelar yakni meliputi kunjungan dan diskusi di tiga lokasi penting berupa Bandung Creative Hub, Kampung Rajut, dan Tahu Susu Lembang. Ketiga acara ini dihadiri oleh para pelaku UMKM Kapanewon Depok, Kalurahan Tegaltirto, Kalurahan Banyurejo, dan Kalurahan Margomulyo dengan dampingan dari Tim NaZMa Office. Berdasarkan kegiatan tersebut, dapat terlihat bagaimana berbagai sektor ekonomi kreatif saling berkolaborasi untuk memajukan perekonomian lokal.
Bandung Creative Hub: Pusat Inovasi dan Kolaborasi
Acara bertemakan Pusat Inovasi dan Kolaborasi dimulai pada Selasa (21/05) pada pukul 09:00 WIB di Bandung Creative Hub. Sebelum diajak masuk ke auditorium, Arini Mustika Dewi selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha, bersama Edo Kautsarma Ma’ruf yang merupakan staf ASN memperkenalkan Bandung Creative Hub. Creative Hub merupakan ruang kolaboratif yang menghubungkan akademisi, komunitas, pebisnis, pemerintah, dan media dalam bidang ekonomi kreatif. Fasilitas di Bandung Creative Hub mencakup 17 subsektor, termasuk game development, musik, seni rupa, arsitektur, dan lain-lain. Pada sesi tanya jawab, peserta menunjukkan minat besar terhadap fasilitas yang ada.
Kampung Rajut: Bertahan dan Berinovasi di Tengah Perubahan
Pada hari yang sama pada pukul 13:00 WIB, acara berlanjut dengan kunjungan ke Kampung Rajut. Sejak tahun 1960-an, komunitas ini dikenal dengan keterampilannya dalam merajut. Namun, krisis moneter tahun 1998 memaksa pabrik-pabrik lokal tutup, dan warga harus mencari cara baru untuk memasarkan produk mereka, awalnya menjual ke Solo dan Jogja. Seiring dengan perkembangan teknologi digital, strategi pemasaran mereka pula berubah. Eka, seorang pelaku usaha setempat menekankan pentingnya memilih waktu yang tepat untuk promosi dan memanfaatkan media sosial untuk membangun basis pelanggan. Melalui kunjungan tersebut, Eka menyampaikan saran kepada peserta untuk mengenal algoritma platform e-commerce dan media sosial untuk meningkatkan visibilitas produk.
Tahu Susu Lembang: Pusat Oleh-Oleh dan Kolaborasi UMKM
Pada hari berikutnya, Rabu (22/05) pukul 09:00 WIB, peserta tiba di Tahu Susu Lembang. Kunjungan kali ini memberikan mereka kesempatan untuk melihat proses produksi tahu susu yang dipandu oleh Reni. Mereka disambut oleh Intan selaku Sekretaris Korporat Tahu Susu Lembang. Meskipun pemilik Tahu Susu Lembang tidak dapat hadir, tetapi acara ini tetap berlangsung meriah. Tahu Susu Lembang bertujuan menjadi pusat oleh-oleh lokal. Meskipun penjualan dilakukan secara konvensional, mereka juga memanfaatkan WhatsApp Bisnis dan Instagram untuk menarik pelanggan ke toko mereka. Saat ini, pembuatan reels di media sosial menjadi salah satu strategi yang dinilai mampu menarik konsumen. Tahu Susu Lembang juga bekerja sama dengan influencer untuk melakukan review lokasi mereka, sesuai dengan segmen konsumen yang ditargetkan.
Ketiga lokasi yang dikunjungi oleh pelaku UMKM dari Kapanewon Depok, Kalurahan Tegaltirto, Kalurahan Banyurejo, dan Kalurahan Margomulyo menunjukkan bagaimana ekonomi kreatif di Bandung berkembang melalui kolaborasi dan inovasi. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi yang modern juga mampu menunjang strategi pemasaran bagi para UMKM dalam mengembangkan bisnisnya.
#####