Flowbite Logo Konsultasi Gratis

Konsultasi gratis dengan kami setiap hari   Jum'at   mulai pukul   09.00 - 16.00

Daftar Sekarang

Teknologi

NaZMa Office Ikut Serta dalam Pengembangan Ekosistem Board Game Nasional

Rabu, 11 September 2024 - Bagas Dwi Sandika

128 Pengunjung

Bagikan:

NaZMa Office Ikut Serta dalam Pengembangan Ekosistem Board Game Nasional

Yogyakarta - Hotel The Alana Malioboro menjadi saksi digelarnya Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Pengembangan Ekosistem Boardgame Nasional". Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari subsektor boardgame di Yogyakarta yang turut berkontribusi dalam diskusi tersebut.

 

Wahyu Hendratiroko, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, menyampaikan harapannya untuk meningkatkan ekosistem boardgame di Yogyakarta guna mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan memperpanjang durasi kunjungan wisatawan di kota tersebut.

 

Direktur Aplikasi Permainan TV dan Radio, Iman Santosa, menekankan bahwa boardgame bukan sekadar permainan papan, tetapi setiap permainan memiliki makna mendalam. Ia berharap acara ini dapat menciptakan ekosistem yang mampu menumbuhkan industri game, yang akan mendukung ekonomi kreatif dan sektor pendidikan.

 

Riwud Mujirahayu selaku Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, menjelaskan bahwa sudah ada peraturan perundang-undangan yang mendukung game sebagai bagian dari pasar ekonomi kreatif. Ia juga menggarisbawahi pentingnya menciptakan game yang mengangkat budaya dan nilai-nilai leluhur Indonesia, mengingat anak-anak sekarang cenderung lebih aktif memainkan permainan dari negara lain.

 

Acara FGD dihadiri juga oleh Ryan Sucipto, anggota APIBGI dan pegiat boardgame Yogyakarta, serta Andhika Widya Paraga, Sekretaris Departemen Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM selaku pemateri pada kesempatan ini.

 

 

Pada FGD, Ryan Sucipto memberikan pemaparan mendalam mengenai perkembangan boardgame di Indonesia, dengan fokus khusus pada Yogyakarta. Ia menguraikan sejarah dan kemajuan industri boardgame di tanah air, serta peran Yogyakarta sebagai salah satu pusat kreatifitas dan inovasi dalam bidang ini. Ryan juga menjelaskan perbedaan fundamental antara toys (mainan) dan games (permainan), suatu topik yang sering kali membingungkan masyarakat awam. Menurutnya, toys lebih berfokus pada aspek permainan fisik tanpa aturan yang ketat, sedangkan games memiliki struktur dan aturan yang jelas, memberikan pengalaman interaktif yang lebih mendalam.

 

Acara ini juga mencakup sesi diskusi yang sangat interaktif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari pelaku usaha boardgame, komunitas boardgame, hingga perwakilan sektor pendidikan. Dosen dari Universitas Gadjah Mada (UGM), guru dari SD Tumbuh, dan TK Ceria turut berpartisipasi, memberikan perspektif yang beragam mengenai bagaimana boardgame dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan dan kegiatan ekstrakurikuler. Diskusi ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman antar peserta, serta menjajaki berbagai peluang kolaborasi untuk mendukung dan mengembangkan ekosistem boardgame di Yogyakarta. Para peserta juga mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam industri ini dan merumuskan strategi bersama untuk mengatasi hambatan tersebut, dengan tujuan akhir menjadikan Yogyakarta sebagai pusat industri boardgame yang kuat dan inovatif.

 

Diskusi ini diharapkan dapat memfasilitasi kolaborasi antara para pelaku ekonomi kreatif di bidang boardgame dan memperkenalkan berbagai permainan papan yang dapat mengangkat nilai budaya lokal. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah untuk berbagi perkembangan terbaru dalam industri boardgame serta mengenalkan berbagai permainan yang dikembangkan oleh anggota APIBGI. Para peserta juga berkesempatan untuk mencoba berbagai boardgame yang ada, menjadikan acara ini penuh dengan pengalaman langsung dan interaksi yang mendalam.

 

#####

Ekosistem Board Game Board Game Nasional Pengembangan Industri Kreatif Inovasi Permainan Indonesia