Flowbite Logo Konsultasi Gratis

Konsultasi gratis dengan kami setiap hari   Jum'at   mulai pukul   09.00 - 16.00

Daftar Sekarang

Budaya

Optimalkan Produktivitas: Menggali Potensi Perubahan Minat Kerja dan Sistem Kerja yang Tepat

Rabu, 13 Maret 2024 - Melita Gelasia & Rismanda Asyifatul Afifah

152 Pengunjung

Bagikan:

Optimalkan Produktivitas: Menggali Potensi Perubahan Minat Kerja dan Sistem Kerja yang Tepat

NaZMa Office - Pandemi Covid-19 mengubah sistem kerja dari Work from Office (WFO) menjadi hybrid bahkan Work from Home (WFH). Hal itu berdampak hingga saat ini, apakah perlu melakukan pembenahan mengenai sistem kerja di 2024?

 

Sistem kerja yang dikenali pada awalnya hanya secara luring atau WFO. Akan tetapi, kondisi pandemi mengakibatkan sistem kerja menjadi dinamis, yakni tidak hanya terdiri dari WFO saja, tetapi dapat dilakukan by online seperti hybrid dan WFH. Sistem kerja hybrid merupakan campuran antara kerja jarak jauh dan kerja dari kantor, dimana keduanya dilakukan untuk menyeimbangkan kondisi pekerjaan (Iqbal dkk, 2021).

 

Kebijakan pemerintah dalam membatasi kontak langsung antar manusia membuat sistem kerja hybrid menjadi efektif untuk dilakukan sejak masa pandemi. Tanpa disadari, sistem kerja tersebut masih terbawa hingga saat ini, bahkan tidak sedikit perusahaan yang mulai menerapkan sistem kerja hybrid secara permanen. Kondisi itu juga diiringi dengan minat kerja online yang mengalami peningkatan.

 

                  Sumber: NaZMa (2024) Olahan dari GoodStats

 

 

Salah satu indikator yang mendukung sistem kerja hybrid adalah hemat biaya transportasi. Bagi sejumlah karyawan, sistem kerja hybrid dapat menekan pengeluaran dan menghemat beberapa biaya yang seharusnya dikeluarkan saat WFO. Akan tetapi, setiap perusahaan perlu membangun prinsip yang kuat mengenai hal yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan selama sistem kerja hybrid berlangsung. Kondisi tersebut menjadi pembatas bagi karyawan, sehingga mereka tetap dapat bekerja sebagaimana mestinya. 

 

 

Penerapan sistem kerja hybrid juga dilakukan oleh NaZMa Office, dimana sebagian besar karyawan NaZMa Office diwajibkan datang ke kantor minimal 2 kali dalam seminggu. Di hari lainnya, mereka diperbolehkan untuk tidak datang ke kantor, namun tetap mengikuti peraturan yang berlaku. Berkaca dari sistem kerja hybrid pada NaZMa Office, segala kegiatan pekerjaan merupakan tanggung jawab karyawan, meskipun karyawan yang bersangkutan tidak berada di kantor.

 

Kondisi di atas memberikan gambaran betapa pentingnya mengedepankan tanggung jawab dan komitmen terhadap pekerja. Sistem kerja hybrid memang diimplementasikan untuk lebih memudahkan karyawan. Namun, disamping itu karyawan harus tetap berfokus pada peningkatan kinerja perusahaan. 

 

Jika merasa artikel ini bermanfaat, mari bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa share artikel ini ya!

 

Referensi:

Iqbal, K. M. J., Khalid, F., Barykin, S. Y. (2021). Hybrid workplace: The future of work. In Handbook of   Research   on   Future   Opportunities   for   Technology   Management Education(pp. 28–48). IGI Global.

Jessica, K. (2023, Agustus 10). Tren sistem bekerja berubah pasca pandemi, pekerja indonesia lebih suka hybrid. GoodStats. Diakses dari https://goodstats.id/article/tren-sistem-bekerja-berubah-pasca-pandemi-pekerja-indonesia-lebih-suka-hybrid-ZSQyE

Produktivitas Sistem Kerja Minat Kerja Karyawan Perusahaan. Perubahan Hybrid WFH