Data World Economic Forum menunjukkan bahwa 99% UMKM gagal berkembang karena adanya ketidaksesuaian produk yang ditawarkan dengan kebutuhan pasar. Hal tersebut menunjukkan bahwa keinginan untuk berbisnis tidak diseimbangi dengan peningkatan pengetahuan tentang bisnis, dan fenomena tersebut seringkali dialami oleh para pebisnis pemula. Sebagai praktisi ahli bisnis, sudah seyogyanya mampu melihat peluang kebutuhan pelaku UMKM untuk memperoleh pendampingan namun terdapat kendala perihal hak legal untuk bisa melakukan pendampingan tersebut. Untuk mengatasi hal itu, NaZMa Office bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan LSP-K Nusantara mengadakan pelatihan uji sertifikasi pendamping UMKM.
Pelatihan sertifikasi ini dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting dan diikuti oleh Dosen-dosen dari Universitas Negeri Malang. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 28 - 30 Oktober 2023 yang didampingi oleh Wiwit AB dan Fianda Julyantoro selaku asesor kompetensi BNSP.
Skema kewirausahaan industri untuk sertifikasi menyangkut hal-hal berikut :
1. Melakukan survey pasar atas suatu produk
2. Melakukan studi proses produksi suatu produk
3. Melakukan survey sumber bahan baku dan bahan pembantu
4. Melakukan analisis harga pulang pokok
5. Menentukan jenis produk yang akan diusahakan
6. Melakukan pengadaan mesin dan peralatan yang dibutuhkan
7. Melakukan pengadaan bahan baku dan bahan pembantu
8. Melakukan pengaturan penyimpanan bahan baku dan bahan pembantu
9. Memeriksa jenis, spesifikasi dan kondisi bahan baku dan bahan pembantu berdasarkan standar yang ditetapkan
10. Melakukan promosi produk
11. Melakukan survey atas pedagang atau tool penjual eceran produk sejenis
12. Melakukan pemasaran produk akhir
Peserta juga dijelaskan mengenai pentingnya sertifikasi bagi para praktisi untuk bisa melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM. Selain itu, peserta juga dijelaskan bahwa prosedur sertifikasi yang akan dilakukan terdiri dari tes tulis, tes lisan, dan wawancara dimana ketiga penilaian tersebut dilakukan secara portofolio dan observasi langsung. Melalui pelatihan sertifikasi ini, diharapkan peserta mendapat pemahaman yang komprehensif tentang materi ujian sertifikasi yang mencakup pemahaman mendalam tentang topik-topik yang diujikan.