Magelang, 23 Mei 2024 – Perayaan puncak Waisak 2658 BE kembali digelar oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) di Candi Borobudur pada Kamis (23/05). Acara ini mengundang ribuan umat Buddha dari seluruh Indonesia dan mancanegara untuk merayakan hari besar ini dengan berbagai kegiatan yang memperkuat tali persaudaraan dan kebersamaan. Akan tetapi, perayaan waisak juga dapat turut dihadiri oleh masyarakat umum dari berbagai kalangan.
Perayaan Waisak tahun 2024 mengusung tema “Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis, dan Bahagia”. Tema ini bersifat universal, menggambarkan komitmen untuk menyebarkan cinta kasih dan kebijaksanaan sebagai jalan menuju perdamaian dan harmoni dunia. Kegiatan pada hari Kamis (23/05) diawali dengan Festival Bhumi Mandala dan Puja Zhambala di Candi Ngawen, Prosesi dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, Detik-detik Waisak Tahun 2024/2568 BE dengan Festival Lampion dan Pelepasan Lampion. Berikut adalah rangkaian acara pada Hari Waisak di Candi Borobudur.
Pawai Waisak: Pawai Waisak berlangsung dengan mengiringi prosesi relik Sang Buddha dari Candi Mendut ke Candi Borobudur. Pawai ini diikuti oleh umat Buddha yang mengenakan pakaian adat dan membawa aneka rupa persembahan.
Doa dan Renungan Waisak: Sebagai hari perayaan bagi umat Buddha, maka tentu terdapat kegiatan doa bersama sesuai dengan aliran masing-masing. Kegiatan doa tersebut dilakukan oleh masing-masing majelis, yakni Mahayana, Theravada, tantrayana, Tridharma/LKBI, NSI, dan Maitreya. Setelah itu, rangkaian perayaan Waisak dilanjutkan dengan renungan oleh Y. M. Dr. (H.C). Maha Bhiksu Dutavira Mahasthavira. Adapun tuntunan meditasi dalam menyambut detik-detik Waisak oleh Bhante Wongsin Labhiko Mahathera pada pukul 20:52:42 WIB.
Pradaksina: Setelah bermeditasi pada detik-detik Waisak, umat juga diarahkan untuk melakukan pradaksina mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali. Pradaksina tersebut dipimpin langsung oleh Bhikkhu Sangha.
Festival Lampion: Puncak acara Waisak ditandai dengan penerbangan ribuan lampion ke langit malam di sekitar Candi Borobudur. Lampion-lampion ini melambangkan harapan dan doa untuk kedamaian dunia. Penerbangan lampion disambut dengan antusias oleh para peserta dan menjadi momen yang sangat dinanti-nantikan.
Demikian Perayaan Waisak 2568 BE 2024, acara tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bhikkhu Sangha setelah pelepasan lampion.
#####