Flowbite Logo Konsultasi Gratis

Konsultasi gratis dengan kami setiap hari   Jum'at   mulai pukul   09.00 - 16.00

Daftar Sekarang

Budaya

Mengenal Konsep Kantor yang Lebih Modern dengan Co-working Space

Kamis, 21 Maret 2024 - Rismanda Asyifatul Afifah & Melita Gelasia

612 Pengunjung

Bagikan:

Mengenal Konsep Kantor yang Lebih Modern dengan Co-working Space

NaZMa Office -  Apakah meja di kantor kamu tidak memiliki sekat antar karyawan? Jika iya maka kantor tersebut telah menerapkan Co-working space. Konsep ini telah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Google dan Facebook.

 

Co-working memiliki arti sebagai suatu konsep untuk bekerja sama (Deskmag, 2012). Space berarti ruang atau tempat. Dalam hal ini, Co-working space diartikan sebagai sebuah konsep ruang kerja terbuka yang digunakan oleh para pekerja untuk bekerja sama dan berbagi ide pengetahuan (Walidona, 2017). Oleh karena itu, umumnya ruang kerja yang menerapkan Co-working space diisi oleh pekerja dengan latar belakang yang berbeda-beda, seperti peneliti, freelancer, entrepreneur, dan lain sebagainya.

Konsep Co-working space pertama kali dikenalkan pada awal abad ke-20 oleh Frank Lloyd Wright yang merupakan seorang arsitektur modernis. Lloyd menganggap bahwa ruang kerja yang terbuka dapat memberikan  kelapangan dan fleksibilitas pada pemilik ruangannya daripada dengan model klasik yang berisi kubikel-kubikel (Muser, 2009).

 

NaZMa Office sebagai perusahaan swasta juga telah menerapkan konsep Co-working space, dimana semua tim duduk di meja yang sama. Selain menuntaskan jobdesk-nya secara mandiri, mereka juga dapat saling berdiskusi dengan nyaman. Dengan konsep seperti ini, antar tim dapat lebih mudah berbaur dan saling bekerja sama, sehingga dapat menciptakan suasana kantor yang nyaman dan menyenangkan.

Lalu mengapa konsep Co-working space ini terlihat penting dan banyak diterapkan oleh start-up dan perusahaan di zaman sekarang? Selain sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman dan teknologi, Co-working space memiliki beberapa manfaat sebagai berikut.

 

Fleksibilitas

Konsep klasik kantor dengan setiap meja karyawan yang dibatasi oleh kubikel memberikan kesan yang individual. Adanya Co-working space, para karyawan dapat saling berkomunikasi dan berkolaborasi. Hal ini dapat meningkatkan interaksi tatap muka antar karyawan.

 

Meningkatkan Kreativitas

Lingkungan kantor yang memiliki suasana kondusif akan memengaruhi karyawan untuk menemukan ide-ide kreatif dalam berinovasi. Atmosfer kantor yang positif, ceria, dan sehat cocok untuk Gen Z dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya.

 

Meminimalisir Anggaran

Konsep Co-working space dapat menghemat anggaran karena berbagai fasilitas yang ada di kantor digunakan bersama-sama, sehingga biaya operasional dapat dimanfaatkan untuk keperluan lainnya.

 

Membangun sistem dan Kultur yang Lebih Modern

Di era yang dinamis seperti ini, perusahaan dituntut untuk bisa adaptif terhadap perkembangan zaman. Konsep Co-working space dapat mendorong kultur dan menjadi sistem baru yang lebih modern, sehingga perusahaan tidak akan tertinggal oleh tren yang sedang berkembang.

 

Jika merasa artikel ini bermanfaat, mari bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa share artikel ini ya!

 

Referensi:

Banamtuan, M. S. M., Fanggidae, L. W., & Manu, A. K. A. (2023). Implementasi Konsep-konsep Arsitektur Perilaku dalam Perancangan Study and Co-Working Space di Kota Kupang. Journal of Architecture and Human Experience, 1(2), 151-164.

Darsim, S. K. H., & Mannayong, J. (2022). Implementasi Open Workspace dalam Peningkatan Produktivitas Kerja Pegawai. Jurnal Administrasi Publik, 18(2), 192-210.

Budaya Coworking space fleksibel Gen Z Modern Kreatif Kantor Start Up

Artikel Terkait