Flowbite Logo Konsultasi Gratis

Konsultasi gratis dengan kami setiap hari   Jum'at   mulai pukul   09.00 - 16.00

Daftar Sekarang

Budaya

Penting Bagi Gen Z! Ketahui Tips Menerapkan Budaya Kerja Positif pada Perusahaan

Selasa, 5 Maret 2024 - Melita Gelasia & Rismanda Asyifatul Afifah

220 Pengunjung

Bagikan:

Penting Bagi Gen Z! Ketahui Tips Menerapkan Budaya Kerja Positif pada Perusahaan

NaZMa Office - Budaya kerja menjadi bagian yang perlu diperhatikan oleh seluruh pihak yang terlibat pada suatu perusahaan, karena budaya kerja merupakan identitas/karakteristik dari perusahaan.

 

Dikutip dari buku Organizational culture and leadership (1985) oleh Schein, budaya organisasi adalah pola asumsi dasar yang ditemukan dan dikembangkan oleh kelompok tertentu. Maka, budaya organisasi bukan hanya sekadar simbol atau tagline, tetapi memuat suatu nilai yang dihidupi oleh perusahaan. Budaya kerja organisasi atau perusahaan terbentuk melalui moral dan kebiasaan.

 

Perusahaan tentu ingin dipandang sebagai institusi yang positif dan bernilai, sehingga budaya kerja menjadi penting untuk diperhatikan. Indonesia sebagai pelaku usaha start-up terbanyak ke-enam di dunia perlu menaruh fokus terhadap budaya organisasi yang positif demi kemajuan industri di Indonesia (Annur, 2023). Budaya organisasi tidak semata-mata memberi dampak bagi karyawan, tetapi juga mampu melibatkan reputasi perusahaan ke depannya. 

 

 

Berikut adalah tips untuk menerapkan budaya kerja yang positif. Yuk simak!!

Pertama, Keterlibatan Aktif  Karyawan

Membangun budaya kerja yang positif memerlukan proses dan waktu yang panjang. Keterlibatan aktif dari karyawan merupakan hal yang mampu mendukung hubungan baik pada perusahaan. Suasana tersebut tidak hanya dibangun oleh para karyawan saja, tetapi atasan juga perlu membuka ruang agar tercipta keterbukaan di antara keduanya. 

 

Kedua, Mudah Beradaptasi

Budaya merupakan pola yang dinamis, artinya bisa berubah karena berbagai faktor. Orang yang mampu beradaptasi dengan baik tentunya memiliki tingkat toleransi yang cenderung tinggi, sehingga tidak sulit untuk menerima kondisi baru. 

 

Ketiga, Mempunyai Prinsip dan Nilai Moral yang Baik

Budaya memang bersifat dinamis, namun perubahan tidak selalu membawa perusahaan ke arah yang positif. Oleh karena itu, suatu organisasi perlu menetapkan prinsip dan nilai moral sebagai pedoman. Prinsip dan nilai moral ini umumnya merujuk pada filosofi atau nilai yang dianut oleh beberapa perusahaan, salah satunya NaZMa Office yang mengedepankan prinsip “on time is late”, dimana prinsip tersebut diterapkan pada semua karyawan NaZMa Office, di mana 90% dari mereka berasal dari generasi Z.

 

 

Perlu dipahami bahwa perusahaan tidak selalu memikirkan target dan profit, tetapi juga membutuhkan fondasi yang kuat untuk bisa mencapai tujuan perusahaan tersebut. Untuk itu, sumber daya manusia di dalam perusahaan harus dikelola dan dijaga dengan sedemikian rupa, dalam hal ini hubungan internal organisiasi, sehingga mampu bersama-sama mewujudkan visi dan misi perusahaan. 

 

Jika merasa artikel ini bermanfaat, mari bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa share artikel ini ya!

 

Referensi:

Annur, C. M. (2023, Juni 14). Indonesia masuk jajaran negara dengan startup terbanyak dunia, berapa jumlahnya? Databoks. Diakses dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/06/14/indonesia-masuk-jajaran-negara-dengan-startup-terbanyak-dunia-berapa-jumlahnya

Schein, E. H. (1985). Organizational culture and leadership (3rd ed.). Jossey-Bass.

Budaya Gen Z Perusahaan Lingkungan Kerja

Artikel Terkait