Flowbite Logo Konsultasi Gratis

Konsultasi gratis dengan kami setiap hari   Jum'at   mulai pukul   09.00 - 16.00

Daftar Sekarang

Pelatihan

Pelatihan Kewirausahaan Melalui Olahan Sampah: Ide Bisnis Dalam Meningkatkan Penghasilan Warga Gandusari

Selasa, 9 Juli 2024 - Ihda Mutimmatul Fitriyah

101 Pengunjung

Bagikan:

Pelatihan Kewirausahaan Melalui Olahan Sampah: Ide Bisnis Dalam Meningkatkan Penghasilan Warga Gandusari

Trenggalek – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Trenggalek kembali bekerja sama dengan Tim NaZMa Office dalam menyelenggarakan program pelatihan kewirausahaan yang bertujuan untuk memperbesar kesempatan warga dalam meningkatkan perekonomian.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Senin (08/07) dan Selasa (09/07) di kantor Kecamatan Gandusari yang dihadiri oleh Andarini Setyaningsih, SE, Pengelola Teknis Kegiatan Sub Keg Kesmas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Edi Wahyu, Camat Gandusari. Dalam sambutannya, Edi Wahyu menyampaikan harapannya agar pelatihan kewirausahaan ini dapat diimplementasikan menjadi sebuah ide bisnis dan ladang penghasilan baru bagi warga sekitar.

Pelatihan kewirausahaan ini dihadiri oleh 33 peserta dari Sebelas Desa di Kecamatan Gandusari yakni Desa Karanganyar, Widoro, Sukorejo, Wonorejo, Ngrayung, Krandengan, Gandusari, Jajar, Melis, Sukorame, dan Wonoanti. Kegiatan pelatihan diisi dengan pembelajaran terkait olahan sampah organik pada hari pertama dan olahan sampah non organik pada hari kedua. 

A group of women working on a project

Description automatically generated

Pengolahan sampah yang dilakukan peserta menggunakan bahan disekitar rumah tangga, seperti minyak jelantah, dedaunan, pakaian bekas, hingga kain perca. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah dan meningkatkan nilai tambah pada sampah-sampah yang bisa diolah kembali. Untuk sampah organik, pelatihan ini menghasilkan sabun dari minyak jelantah dan deterjen dari sampah daun. Sedangkan sampah anorganik, menghasilkan keset serta tas/dompet yang dapat digunakan sehari-hari oleh peserta.

 

Penutupan pelatihan dilakukan oleh Wiwit AB selaku narasumber dalam pelatihan dua hari tersebut. Beliau menyampaikan terima kasih kepada para peserta atas kehadiran dan antusiasnya mengikuti pelatihan. “Semoga adanya pelatihan ini dapat membantu ibu-ibu dalam membuka usaha baru dengan memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai, sehingga memiliki nilai jual tinggi,” tuturnya.

Dengan keterampilan baru yang dimiliki melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan terlibat dalam meningkatkan perekonomian lokal Trenggalek hingga tercapainya kehidupan yang sejahtera.

 

#####

Pelatihan Olahan Sampah Organik Anorganik Trenggalek

Artikel Terkait