NaZMa Office - Literasi finansial merupakan hal yang penting untuk dipahami terutama jika membahas mengenai isu inflasi. Hal itu dikarenakan keduanya saling berkorelasi terhadap masalah keuangan. Kesadaran dan kepekaan masyarakat melalui literasi finansial dapat membantu dalam mengenali serta mengidentifikasi inflasi.
Orang yang tidak memiliki kecakapan dalam literasi finansial akan melihat inflasi sebatas kenaikan harga tanpa mengetahui dampaknya secara spesifik. Perlu diketahui bahwa kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi. Namun, apabila kenaikan harga tersebut terjadi secara terus menerus dan mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya, maka kondisi itu disebut inflasi (Bank Indonesia, 2020).
Pemahaman konsep inflasi merupakan bagian dari literasi finansial yang seharusnya dipahami secara baik oleh masyarakat. Berdasarkan hasil riset Katadata Insight Center (KIC), indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 69,7 poin dari skala 0-100 poin pada 2023. Nilai tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2020 yang sebesar 66,5 poin. Meskipun tingkat literasi keuangan Indonesia menunjukkan pertumbuhan selama 3 tahun terakhir, akan tetapi bukan berarti literasi tersebut tidak lagi penting untuk digaungkan.
Sumber: NaZMa Office (2024) Olahan dari Databoks
Perkembangan teknologi yang hebat menuntut masyarakat secara tidak langsung harus memahami segala sesuatu dengan baik, tak terkecuali pada aspek keuangan atau finansial. Terdapat begitu banyak aspek yang ada di dalam literasi keuangan, salah satunya inflasi. Berikut adalah dampak inflasi yang perlu diperhatikan.
- Penurunan Daya Beli: Salah satu dampak secara langsung dari inflasi adalah penurunan daya beli, dimana uang yang dimiliki individu atau rumah tangga tidak dapat membeli sebanyak barang dan jasa seperti sebelumnya. Akibatnya, standar hidup individu atau rumah tangga dapat menurun.
- Pengurangan Tabungan: Inflasi dapat mengurangi nilai tabungan seseorang, karena nilai uang yang disimpan cenderung berkurang seiring waktu. Hal ini berimplikasi pada perencanaan keuangan jangka panjang dan investasi.
- Ketidakpastian Kondisi Ekonomi: Inflasi yang tinggi atau tidak stabil dapat menciptakan ketidakpastian ekonomi. Perusahaan mungkin enggan untuk membuat investasi jangka panjang atau merekrut lebih banyak tenaga kerja karena ketidakpastian tentang harga dan biaya.
- Distribusi Tidak Merata: Inflasi mampu memengaruhi distribusi pendapatan yang tidak merata. Hal itu terjadi karena orang-orang dengan pendapatan tetap, seperti pensiunan atau pekerja dengan upah minimum, mungkin merasakan tekanan finansial yang lebih besar daripada mereka yang memiliki pendapatan yang dapat disesuaikan dengan inflasi.
- Memungkinkan Adanya Kenaikan Suku Bunga: Guna mengendalikan inflasi, bank sentral mungkin akan menaikkan suku bunga, dimana kondisi tersebut dapat memengaruhi berbagai aspek ekonomi, termasuk pembelian rumah dan mobil, pinjaman bisnis, dan aktivitas investasi.
- Pengaruh Terhadap Harga Saham & Obligasi: Meskipun saham mungkin melindungi nilai aset terhadap inflasi dalam jangka panjang, fluktuasi harga saham bisa lebih besar dalam kondisi inflasi yang tinggi. Oleh karena itu isu inflasi dapat memberikan pengaruh besar terhadap harga saham dan obligasi.
- Pengaruh Terhadap Perdagangan Internasional: Inflasi dapat memengaruhi daya saing ekspor suatu negara, karena meningkatkan harga produk domestik. Hal ini bisa mengubah kondisi neraca perdagangan dan posisi eksternal suatu negara.
Walaupun demikian, masyarakat saat ini telah diberikan begitu banyak kesempatan untuk belajar. Hal itu dibuktikan dengan keterbukaan akses teknologi pada masyarakat dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Salah satu platform yang menyediakan pembelajaran terkait isu teknologi dan keuangan adalah NaZMalogy. Platform NaZMalogy diharapkan mampu menjadi wadah untuk pemberdayaan masyarakat menuju pribadi yang lebih matang dalam menghadapi transformasi teknologi dan digital.
Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi masyarakat terutama generasi muda untuk tidak melakukan inovasi yang kreatif demi memajukan serta mensejahterakan bangsa.
Jika merasa artikel ini bermanfaat, mari bantu sebarkan ke teman-teman Anda. Jangan lupa share artikel ini ya!
Referensi:
Bank Indonesia. (2020). Inflasi. Bank Indonesia. Diakses dari https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/moneter/inflasi/default.aspx
Santika, E. F. (2023, Desember 11). Indeks literasi keuangan indonesia naik pada 2023. Databoks. Diakses dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/12/11/indeks-literasi-keuangan-indonesia-naik-pada-2023